Pages

Elegi

Elegi malam menghampiri
diberi tanda agar tak datang lag
atau dia pilih pergi
atau kembali
dering nada menjadi primadona malam ini
tersipu, tersungut penuh makna
namun tetap tak ada kata...
Alunannya satu persatu putus raga...




hujan

 
aku menatap rinai hujan mengalir turun
menempelkan telapak tangan di kaca jendela
merasakan titik-titiknya turun
aku tidak suka hujan
karena hujan membuatku kedinginan
hujan tak membiarkanku berkeliaran dan
hujan membuat jadwalku berantakan
Tapi dia suka hujan
menengadahkan kepala untuk memperhatikan hujan
mengulurkan tangan untuk menyentuh hujan 
karena hujan bagian dari perjalanan hidupnya
Tapi entah mengapa aku ingin menerobos hujan bersamanya
sampai reda 
hingga aku dan dia merentangkan tangan lebar-lebar sambil menghirup udara segar

Senimatika Sahabat...

Sahabat...
Cintaku bukanlah himpunan kosong
yang hanya ada dua buah kurung kurawal dan tak beranggotakan himpunan
cintaku pun ...bukanlah segitiga sembarang
yang cuma terdiri dari tiga sisi yang terbangun secara sembarang
tapi, cintaku adalah sigma dari setiap luas bangun ruangmu yang senantiasa memenuhi volume hatiku.

Sahabat...
tahukah kau bahwa cintaku ini seperti bilangan asli dan tak berhingga yang jauh lebih besar dari
bilangan-bilangan pascal yang ada.

Sahabat...
Jangan pernah ragukan cinta ini
karena aku yakin takkan ada yang mampu mensubtitusikan cinta ini
cintaku benar-benar seperti garis horizontal
yang mungkin tak pernah ada ujung dan pangkalnya

Sahabat...
cinta ini takkan berlimit, akan tetap ada mesti delta t akan membuat koefisien cintaku menjadi negatif

sahabatku ...
biarkan dan izinkan aku tetap mencintaimu seperti nilai konstanta 22/7 atau 3,14
yang sampai kapan pun akan tetap sama
dan jangan pernah mengukur atau menghitung cintaku
karena aku yakin cinta ini takkan mampu
kau hitung dengan aturan cosinus  atau sinus bahkan dengan rumus abc untuk menentukan akar cintaku.