Ini adalah perjalanan saya ngebolang
setelah sekian lama vakum dari acara bolang-bolangan. Sudah lama saya tidak
memanjakan mata dengan view view yang super Amazing karya Sang
Khalik. Keinginan untuk menginjakkan kaki di Bromo sudah tercetus sejak tahun
2008. Kala itu saya membaca buku "Gie, Sekali Lagi". Di buku tersebut
Sok Hoe Gie seorang sastrawan, dosen, aktivis, pemuda era tahun 1980-an adalah
pendaki yang pernah mengungkapkan bahwa jiwa muda adalah jiwa yang sehat dan
salah satunya dengan mendaki gunung.
Salah satu hobi
saya adalah travelling, mengunjungi
tempat-tempat yang mempunyai view
yang indah yang belum pernah saya kunjunggi sebelumnya. Tentunya dengan low budget. Setelah penat dan jenuh
dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari, perlulah kita refresh pikiran dengan melupakan sejenak padat dan panasnya kota
Jakarta. Pergi ketempat-tempat itu, bukan untuk ajang pamer atau sok-sok an ke
teman, saudara, dan orang lain. Menurut saya salah satu bentuk apresiasi
mencintai negeri ini dan alam ini adalah dengan dekat dengan
alamnya. Seperti pepatah lama "Jika tak kenal, maka tak sayang".
Untuk sayang maka kenalilah objeknya, dekatlah dengan alamnya, masuklah
kewilayahnya, dan berbaurlah dengan penduduknya.
Field
Trip Bromo tanggal 11
Oktober 2013 kemarin, menghabiskan waktu 5 hari 4 malam. Cukup lama
dibandingkan dengan menaiki kereta. Kebetulan trip kali ini saya join
jasa travel Tarradipta travel. Travel
tersebut membuat iklan di www.livingsocial.co.id
yang berisi trip Bromo dengan harga
yang lumayan irit menurut saya, karena semua akomodasi dari kendaraan, tempat mengginap,
makan, sudah termasuk, sampai rombongan dikembalikan lagi ke Jakarta. Harga
yang ditawarkan kali itu hanya Rp. 998.000;. Tidak hanya akomodasi ke Bromo
saja tetapi kita juga menggunjungi beberapa tempat wisata lainnya.
Saya dan dua orang teman saya akhirnya sepakat
mengambil tiket trip bromo tersebut
dengan keberangkatan tanggal 11-15 Oktober 2013. Tidak hanya ke Bromo saja kami
menggunjungi air terjun coban rondo
yang terletak di Batu Malang, Wisata petik Apel, dan Lumpur Lapindo di
Sidoarjo.
Gunung Bromo kata
Bromo bearsal (dari bahasa Sanskerta: Brahma,
salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling
terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena
statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian
2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo
bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas
sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis
tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan
daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Gunung Bromo,
terletak antara Kab. Pasuruan dan Kab. Probolinggo yang merupakan maskot wisata
di Jawa Timur dan salah satu Gunung terindah di dunia. mempunyai
ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut. Di sekitar Gunung Bromo di
kelilingi 4 Gunung yaitu Gunung Batok dengan ketinggian 2440 meter diatas
permukaan laut, Gunung Kursi tingginya mencapai 2.581 meter diatas
permukaan laut. Gunung Widodaren mencapai ketinggian 2.614 meter dan Gunung
Witangan tingginya 2.601 meter. Gunung Bromo juga salah satu Gunung aktif yg
masih mengeluarkan asap di mulutnya.
Finally, cukup
menyenangkan, seru, rame, dapet banyak teman baru, mata benar-benar dimanjakan
oleh lukisan Mestro Sang Maha Pencipta, Maha Segala-galanya,
Subhanalloh..
Pokoknya yang
belum pernah kesana recommended
banget deh ni tempat.
Wait for Sunrise
in Bukit Cinta
We jump on Pasir Berbisik
Pose in Bukit Theletubis
Wisatawan
yang ingin berkunjung ke Bromo dapat menikmati fasilitas seperti : Hotel,
Restoran dan Vila dari tarip termurah yaitu Rp. 150.000,- (Seratus Lima
Puluh Ribu Rupiah ) sampai Rp. 5.000.000,- ( Lima Juta Rupiah ) per
kamar. Bagi wisatawan yang suka berbelanja dapat membeli ditoko adat sovenir
yang menjual kaos, topi, sal penutup leher dan cinderamata. Ada juga
switer untuk penghangat tubuh, sarung tangan, kaos kaki dan gantungan kunci
yang harganya berkisar dari Rp. 10.000,- (Sepuluh ribu rupiah) sampai dengan
Rp. 60.000,- (Enam puluh ribu rupiah).
Bagi
pengunjung yang ingin melihat lautan pasir atau savana dan menyaksikan matahari
terbit dari penanjakan dapat menggunakan jasa angkutan mobil Jeep (hartop)
dengan tarif Rp. 350.000,- (Tiga ratus lima puluh ribu rupiah) dengan 4
penumpang. Bagi wisatawan yang ingin menikmati lautan pasir dan panorama
keindahan Gunung Bromo dari dekat para wisatawan bisa menyewa seekor Kuda dengan
biaya Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah ) per orang.
|
|

