Pages

Seekor sapi yang jujur



Tentang Hidup :
Hidup menjadi berarti, jika kita memberinya arti
“Memberi Makna Hidup”

Alkisah Tuhan menciptakan manusia dengan jatah umur 20 tahun. Tapi, usia binatang rata-rata 40 tahun. Itu karena Tuhan ingin manusia bahagia saja sepenuhnya dan tidak usah merasakan pahitnya dunia terlalu lama. Manusia ini pun diletakan Tuhan di dekat-Nya.
            Ternyata, beberapa binatang merasa iri dan ingin seperti manusia. Datanglah sapi, “Tuhan terlalu lama 40 tahun bagiku, kukembalikan 20 tahun”. Mendengar itu, manusia yang merasakan kebahagian, ingin memperpanjang kebahagiaannya. Maka dimintanya 20 tahun dari sapi untuk dirinya. Tuhan mengabulkannya
Lalu datanglah anjing. Dia juga mengembalikan 20 tahun , sekali lagi manusia memintanya.
Terakhir monyet datang. Dia juga mengembalikan 20 tahun umurnya, dan sekali lagi manusia memintanya.
Maka jadilah yang diminta manusia itu :
20 tahun pertama hidup sebagai manusia, berbahagia, tidak banyak mengalami masalah.
20 tahun kedua hiduplah manusia itu seperti sapi : bangun pagi pulang malam, kerja keras, banting tulang. Hidup seperti 7P : Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan.
20 tahun ketiga jadilah dia seperti anjing: anak-anaknya beranjak dewasa dan memilki keluarga mereka sendiri. Ia memasuki masa pensiun, dan aktivitasnya sehari-hari adalah menjaga cucu, menjaga kekayaan, menjaga rumah dan property, persis seperti anjing penjaga.
20 tahun keempat jadilah dia seperti monyet mulai renta, tidak banyak melakukan aktivitas, mulai kurang pendengaran dan penglihatan, sering menjadi bahan tertawaan cucu-cucunya.

Pesan Cerita:
Bukan masalah berapa panjang umur Anda, yang paling penting adalah bagaimana memberi makna setiap hari dalam hidup kita. Seperti hadist ini “Bekerjalah untuk duniamu seolah kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seolah kamu akan mati esok”. Selalu berusaha, bersyukur, ikhlas, dan mampu bermanfaat untuk diri sendiri dan orang disekitar. InsyaAlloh Alloh merahmati. Aamiin. J

Nb : taken from “Kisah Tentang Seekor Sapi yang Jujur”

TANGRAM



Selama ini proses pembelajaran khususnya matematika di sekolah kebanyakan masih menggunakan paradigma yang lama, dimana guru memberikan pengetahuan kepada anak didik dan anak didik menerimanya secara pasif. Guru mengajar dengan metode konvensional yaitu metode ceramah dan mengharapkan anak duduk, diam, dengar, catat dan hafal (3DCH). Sehingga Kegiatan Belajar Mengajar menjadi monoton dan kurang menarik perhatian anak didik. Permasalahan ini telah menjadi budaya yang berakar di negara kita. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran di sekolah dan kurangnya kreatifitas guru dalam mengembangkan fasilitas yang ada. Keadaan ini sangat ironis dengan kedudukan dan peran matematika untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan, mengingat matematika adalah induk ilmu pengetahuan dan ternyata matematika hingga saat ini belum menjadi pelajaran yang difavoritkan.
Memperhatikan permasalahan di atas, sudah selayaknya dalam pengajaran matematika dilakukan suatu inovasi guna membuat revolusi dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Untuk meningkatkan mutu pendidikan secara umum dan mutu pelajaran matematika secara khusus diperlukan perubahan pola pikir positif yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kurikulum, salah satunya dengan menerapkan permainan edukatif sebagai media pembelajaran. Banyak permainan edukatif yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran matematika untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam belajar matematika, serta menjadi sumber anak-anak untuk memahami matematika menjadi lebih mudah.
Permainan edukatif tidaklah harus mahal atau alat yang canggih tetapi dari bahan-bahan yang sederhana pun bisa dibuat sebuah permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan.
            Tangram adalah permainan yang paling tua yang dikenal dalam matematika. Permainan ini dikembangkan pertama kali di negeri Cina dan sering disebut dengan puzzle china. Tangram berasal dari kata Tang dan Gram. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Thomas Hill dalam bukunya Geometrical Puzzle for the Youth pada tahun 1848.

Tangram merupakan salah satu permainan edukatif yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Tangram yaitu suatu permainan puzzle persegi yang dipotong menjadi 7 bagian (2 berbentuk segitiga besar,1 berbentuk persegi, 1 berbentuk jajarangenjang, 1 berbentuk segitiga sedang, dan 2 berbentuk segitiga kecil).


Tangram sebagai alat peraga matematika  mempunyai tujuan untuk mengembangkan kreativitas, menguji keterampilan, daya pikir anak dan mengenalkan bentuk bidang datar kepada anak-anak dan cocok digunakan sebagai media belajar. Namun, permainan ini sekarang sudah berubah fungsi menjadi permainan edukatif yang sering dimainkan dalam proses pembelajaran, khususnya matematika. Permainan ini cukup sederhana baik dalam pembuatannya maupun cara mainnya yaitu hanya menyusun potongan-potongan puzzle agar menjadi suatu bentuk dan setiap potongan puzzle harus saling bersambung, tetapi tidak boleh saling bertindihan.
Guru atau pendidik bisa membuat sendiri permainan ini dari bahan-bahan yang seadanya, yaitu karton, kayu, atau bahan-bahan lainnya yang bisa digunakan.
Sederhana namun menarik. Inilah keunikan dari tangram karena dari bentuk yang sederhana bisa dibuat bentuk-bentuk lain yang sangat menarik. Mainan pun bukan sekedar jadi mainan, tetapi akan menjadi sumber pengetahuan untuk mereka.




Dalam pokok bahasan bangun datar kelas 7 semester 2 ini, saya menugaskan anak didik saya untuk membuat macam-macam bentuk dari tangram sederhana yang terbuat dari foam art. Foam art bisa dibeli di toko buku atau gramedia setempat harganya pun cukup terjangkau hanya Rp.11000. Setelah mereka menemukan bentuk bentuk baru dari tangram yang terbuat dari foam art, mereka harus mengaplikasikannya lewat guntingan-guntingan kertas origami yang kemudian direkatkan menggunakan lem kertas. Dari kegiatan ini, kreatifitas mereka diuji dan dikembangkan. Mereka berusaha menemukan bentuk-bentuk sebanyak-banyaknya dengan  tangram ini. Ini lah hasil karya anak didik saya di MTs Al-Wathoniyah 10 Pedaengan Utara, Jakarta Timur. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat.