Selama
ini proses pembelajaran khususnya matematika di sekolah kebanyakan masih menggunakan
paradigma yang lama, dimana guru memberikan pengetahuan kepada anak didik dan
anak didik menerimanya secara pasif. Guru mengajar dengan metode konvensional
yaitu metode ceramah dan mengharapkan anak duduk, diam, dengar, catat dan hafal
(3DCH). Sehingga Kegiatan Belajar Mengajar menjadi monoton dan kurang menarik
perhatian anak didik. Permasalahan ini telah menjadi budaya yang berakar di negara
kita. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya fasilitas pendukung kegiatan
pembelajaran di sekolah dan kurangnya kreatifitas guru dalam mengembangkan
fasilitas yang ada. Keadaan ini sangat ironis dengan kedudukan dan peran
matematika untuk pengembangan ilmu dan pengetahuan, mengingat matematika adalah
induk ilmu pengetahuan dan ternyata matematika hingga saat ini belum menjadi
pelajaran yang difavoritkan.
Memperhatikan
permasalahan di atas, sudah selayaknya dalam pengajaran matematika dilakukan
suatu inovasi guna membuat revolusi dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Untuk meningkatkan
mutu pendidikan secara umum dan mutu pelajaran matematika secara khusus
diperlukan perubahan pola pikir positif yang digunakan sebagai landasan
pelaksanaan kurikulum, salah satunya dengan menerapkan permainan edukatif
sebagai media pembelajaran. Banyak permainan edukatif yang bisa digunakan
sebagai media pembelajaran matematika untuk menumbuhkan semangat dan motivasi
dalam belajar matematika, serta menjadi sumber anak-anak untuk memahami
matematika menjadi lebih mudah.
Permainan edukatif tidaklah harus mahal atau alat yang canggih tetapi dari bahan-bahan yang sederhana pun bisa dibuat sebuah permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan.
Permainan edukatif tidaklah harus mahal atau alat yang canggih tetapi dari bahan-bahan yang sederhana pun bisa dibuat sebuah permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan.
Tangram
adalah permainan yang paling tua
yang dikenal dalam matematika. Permainan ini dikembangkan pertama kali di
negeri Cina dan sering disebut dengan puzzle
china. Tangram berasal dari kata Tang
dan Gram. Istilah ini pertama kali
dikenalkan oleh Thomas Hill dalam
bukunya Geometrical Puzzle for the Youth
pada tahun 1848.
Tangram merupakan salah satu permainan edukatif yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Tangram yaitu suatu permainan puzzle persegi yang dipotong menjadi 7 bagian (2 berbentuk segitiga besar,1 berbentuk persegi, 1 berbentuk jajarangenjang, 1 berbentuk segitiga sedang, dan 2 berbentuk segitiga kecil).
Tangram
sebagai alat peraga matematika mempunyai
tujuan untuk mengembangkan kreativitas, menguji keterampilan, daya pikir anak
dan mengenalkan bentuk bidang datar kepada anak-anak dan cocok digunakan
sebagai media belajar. Namun, permainan ini sekarang sudah berubah fungsi
menjadi permainan edukatif yang sering dimainkan dalam proses pembelajaran,
khususnya matematika. Permainan ini cukup sederhana baik dalam pembuatannya
maupun cara mainnya yaitu hanya menyusun potongan-potongan puzzle agar menjadi suatu bentuk dan setiap potongan puzzle harus saling bersambung, tetapi
tidak boleh saling bertindihan.
Guru atau pendidik bisa membuat sendiri permainan ini dari bahan-bahan yang seadanya, yaitu karton, kayu, atau bahan-bahan lainnya yang bisa digunakan.
Sederhana namun menarik. Inilah keunikan dari tangram karena dari bentuk yang sederhana bisa dibuat bentuk-bentuk lain yang sangat menarik. Mainan pun bukan sekedar jadi mainan, tetapi akan menjadi sumber pengetahuan untuk mereka.
Guru atau pendidik bisa membuat sendiri permainan ini dari bahan-bahan yang seadanya, yaitu karton, kayu, atau bahan-bahan lainnya yang bisa digunakan.
Sederhana namun menarik. Inilah keunikan dari tangram karena dari bentuk yang sederhana bisa dibuat bentuk-bentuk lain yang sangat menarik. Mainan pun bukan sekedar jadi mainan, tetapi akan menjadi sumber pengetahuan untuk mereka.
Dalam pokok bahasan
bangun datar kelas 7 semester 2 ini, saya menugaskan anak didik saya untuk
membuat macam-macam bentuk dari tangram sederhana yang terbuat dari foam art.
Foam art bisa dibeli di toko buku atau gramedia setempat harganya pun cukup
terjangkau hanya Rp.11000. Setelah mereka menemukan bentuk bentuk baru dari
tangram yang terbuat dari foam art, mereka harus mengaplikasikannya lewat
guntingan-guntingan kertas origami yang kemudian direkatkan menggunakan lem
kertas. Dari kegiatan ini, kreatifitas mereka diuji dan dikembangkan. Mereka
berusaha menemukan bentuk-bentuk sebanyak-banyaknya dengan tangram ini. Ini lah hasil karya anak didik
saya di MTs Al-Wathoniyah 10 Pedaengan Utara, Jakarta Timur. Semoga bisa menginspirasi
dan bermanfaat.







0 komentar:
Posting Komentar