Dua perempuan telibat dalam rasa yang sama.Menaruh harapan yang sama.
Mencintai laki-laki yang sama.“pengkhianat” yang sama.
Apapun namanya.
Dalam hati perempuan sungguh menyakitkan. Melihat dari sudut pandang manapun tak akan ada positifnya. Yang satu dikhianati, yang satu mendapat harapan surga dan ujung-ujungnya terabaikan.
yang satu, mencintai dengan harapan dan kesetiaan.
yang satu, harapan dicintai terabaikan.
Tapi tahukah, yang manakah yang paling bersalah?
Tak ada yang merasa bersalah. Semua bingung. termasuk sang “pengkhianat”.
As long as you love me
I will always love you too..
Mpreeet...
Didunia ini tak ada yang abadi, pun dengan janji. Tak ada yang bisa dipastikan terjadi. Sekalipun dengan sumpah atas nama Illahi. Entahlah mungkin bagi seorang "penghianat" tak ada yang ditakuti. Tapi, ingat ada Dzat yang Maha Mengetahui.
Tapi sekilas ketika mengigat hal ini.
Bahwa ketika kita melepaskan pengkhianat dari hidup kita sebenarnya kita telah membebaskan hidup kita dari penyesalan. Aku pun melihat, perebutan ini butuh ke-ikhlasan. Siapa yang lebih
ikhlas melepas pengkhianat. Dia akan menjadi pemenang kebahagian
hatinya. dan aku merasakan itu...:)
#taken from quinsha_vida blog telah di edit sesuka hati saya.
hehehe....mav ya novi tulisanmu yang ini saya copy.
dan kamu melihatnya bersama saya kala itu.
terima kasih atas supportmu..love u :*


0 komentar:
Posting Komentar