Guru yang paling pantas mengajar adalah orang yang
mendidik keluarga dengan baik. Karena banyak ditemui orang yang tidak
dapat mendidik keluarganya dengan baik. Tak dapat disangkal, guru merupakan
sosok penting yang mengawal perubahan di awal abad XXI. Mereka selalu
berinovasi dan berkreasi menemukan cara dan metode yang tepat untuk
mengembangkan pembelajaran sesuai dengan pola pikir anak didik dari jaman ke
jaman. Ditengah kontrovesi pengembangan kurikulum yang belum tentu sesuai dengan
budaya Indonesia.
Terjebak dengan rutinitas, sistem dan birokrasi yang
ada. Guru dengan ikhlasnya mendidik anak didik setiap harinya. Bahkan guru
adalah orang yang paling banyak bertatap muka dengan peserta didiknya selain
orang tuanya di rumah. Guru menghabiskan waktu paling banyak sekitar 48 jam
seminggu atau seperti yang tertera dalam UU bahwa seorang guru diharuskan
mempunyai jumlah jam tatap muka sebanyak 24 jam tatap muka perbidang studi yang
diempunya. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, mereka juga
mendidik, menumbuhkan dan mengembangkan karakter peserta didik, menanamkan
nilai moral dan budi pekerti yang baik, mengarahkan, memfasilitasi bahkan
menjadi teman yang hangat bagi peserta didiknya. Bayangkanlah begitu mulia
sekaligus beratnya tugas seorang guru. Memang tidak semua guru memiliki
kecakapan dalam mengelola kelas, menyampikan pembahasan yang dapat dimengerti
oleh peserta didik, menggunakan metode yang tepat, disukai oleh peserta didik,
atau dengan kata lain tidak semua guru memahami tugasnya sebagai seorang guru.
Sebenarnya semua aspek dalam pendidikan guna menghasilkan keberhasilan proses
pembelajaran membutuhkan kerjasama antara semua pihak. Keberhasilan pendidikan
bukan hanya bertumpu pada guru dan anak didik. Semuanya perlu dibenahi.
Melatih manusia berpikir adalah masalah mendasar
yang perlu dipecahkan dalam sistem pendidikan nasional. Berpikir yang baik akan
menghasilkan karya-karya besar, meski beresiko tersesat. Tetapi, bukankah hanya
orang tersesat saja yang berpikir?. Hanya orang-orang berpikirlah yang tidak mudah
tertipu yang tidak menjadi manusia sempit yang picik, yang tidak memikirkan
diri atau kelompoknya, dan tentu saja orang yang berpikir akan menjadi manusia
kreatif.
Jadi, bukan hanya mata ajaran yang harus
diperbaiki, teknik mengajar dan isi mata ajaran pun perlu disempurnakan. Saya
kira pendidikan memang perlu disempurnakan, diperbaiki, termasuk cara berpikir
guru dan orang tuanya.
SELAMAT HARI GURU UNTUK REKAN-REKANKU SETANAH AIR
SEMANGAT TERUS, PANTANG MENYERAH, SELALU BERSABAR,
IKHLAS, BERINOVASI, BERKREASI, DAN TERUS BERKARYA.
NB :
Terima kasih yang
sebesar-besarnya untuk guru-guru yang luar biasa di TK Aisyiyah 71 Bustanul Athfal
Klender, SDN Rawa Bugel II Bekasi Selatan, SMP Seroja Bekasi, SMAN 4 Bekasi,
dan dosen-dosen UHAMKA Jaksel.
Jasa-jasamu tak kan
pernah kulupakan. Semoga Alloh selalu
merahmati. Aamiin Aamiin Ya Rabbalalamiin.


0 komentar:
Posting Komentar